Jumat, 11 Oktober 2013

Pesawat Habibie dan Harga Diri Bangsa



      Pesawat Habibie & Harga Diri Bangsa

Memgudaranya pesawat N250 di langit Indonesia pada 1995 silam menjadi tanda kebangkitan teknologi dirgantara Tanah Air. Pada waktu itu, Menristek Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) dengan bangga memploklamirkan di hadapan Presiden RI ke-2 Soeharto. Seluruh mata dunia terbelalak dengan mengangkasanya N-250 di langit Indonesia. Bumi pertiwi mendadak harum, negara-negara di Asia bahkan dunia tercengang kagum dan juga segan. Sulit melukiskan bagaimana suasana pada saat itu begitu bahagia dan haru. Gegap gempita dan tepuk tangan riuh dari para hadirin yang memadati lokasi pertama kali pesawat buatan Indonesia diterbangkan.

            Terlihat wajah sumringah Pak Harto dan Ibu Tien yang bangga akan kemajuan teknologi Indonesia, sambil menyalami Habibie dan pilot yang menerbangakan N250 si Gatot Kaca.Akan tetapi, mimpi besar Habibie itu harus sirna karena desakan politik. Namun demikian, Habibie tak pantang menyerah. Dalam sambutannya di hari Hakteknas, Kamis lalu, dia berseru akan memperjuangkan agar teknologi dirgantara bangkit kembali.

            Dia tidak ingin orang bangsa lain menyebut Indonesia bangsa yang bodoh, lantaran tidak menelurkan teknologi. Nah, memulai dari teknologi kedirgantaraan, Indonesia akan kembali dipandang sebagai bangsa yang punya harga diri.

            Tekad Habibie menghidupkan kembali suksesor si Gatot Kaca (N250), yakni Regio Prop (R8) yang merupakan pesawat buatan Indonesia masa depan, sebentar lagi akan diproduksi di IPTN. Pada 2018 diharapkan sudah rampung.Melalui Regio Prop, yang merupakan pesawat angkut dengan jumlah penumpang 70-80 orang menjadi bukti, bahwa Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara maju lainnya penghasil pesawat terbang.

            Sebagai bangsa besar, dengan jumlah populasi besar, generasi muda saat ini diharapkan mampu menjadi pioneer terkait penciptaan karya maupun inovasi teknologi, yang bisa memberi manfaat atau kontribusi serta memiliki daya saing tinggi terhadap produk luar. Sekarang ini yang perlu menjadi perhatian pemerintah adalah mendorong anak-anak muda agar bisa lebih kreatif, dan tidak salah arah.


Mampukan Gatot Kaca kembali membelah angkasa Bumi Pertiwi?


Pendapat :
 Sebelum saya memberikan pendapat saya tentang permasalahan diatas sebelumnya saya ingin menjelaskan alas an mengapa saya memposting ini ke dalam Blog saya. Alasannya adalah karena saya menyukai sosok Pak B.J. Habbie dan karena saya cukup prihatin dengan bangsa ini dan terakhir.
Pesawat Gatot Kaca buatan Pak B.J Habibie adalah mungkin pesawat buatan pertama yang dibuat oleh anak bangsa. Pesawat ini adalah pesawat yang dirancang,dirakit,,dibuat dan diterbangkan yang seluruh crewnya adalah berasal dari bangsa ini yaitu bangsa Indonesia. Berbicara tentang Pesawat Gatot Kaca saya teringat sebuah film karya Hanung Bramantiyo tentang perjalan cinta Pak B.J Habibie dan Ibu Ainun yaitu “ CINTA SEJATI “ disalah satu bagian film dimana saat detik-detik penerbangan pesawat Gatot Kaca ada salah satu wartawan yang berbicara dengan teman wartawannya tentang pesawat Gatot Kaca. Di film itu waratawan tertsebut membadingkan bahwa pesawat luar lebih hebat dari pesawat bangsa sendiri dengan perbandingan bahwa pesawat luar mampu lolos dari tembakan musuh, sedangkan pesawat Indonesia tanpa ditembakipun akan jatuh dengan sendirinya, sungguh amat ironi bukan mendengarnnya.
Apapun yang akan bangsa ini buat baik pesawat,kereta apai,kapal laut,mobil,motor bahkan handphone sekali pun apabila rakyat dari bangsa ini sendiri tidak bangga dengan karyanya sendiri bagaimana Indonesia mau menjadi Negara yang maju dan bagaimana pula bangsa asing bisa menghargai Negara ini karena Negara ini saja tidak bisa menghargai satu sama lain di dalam negerinya sendiri.
Apabila benar Indonesia akan memproduksi pesawat Regio Pro (R8) pertanyaannya adalah bisakah rakyat Indonesia menghargai karya bangsanya sendiri? Bisakah rakyat Indonesia bangga atas karyanya sendiri? Dan apabila pesawat ini jadi dan lulu uji kelayakan terbang maukah rakyat Indonesia menggunakannya?
Indonesia sesungguhnya Negara paling kuat dari seluruh Negara yang lainnya tetapi yang membuat lemah Negara ini adalah kurangnya rasa bangga dan kedaran tentang Bangsa Indonesia.
Nama : Taufik Maulana/18113806

Tidak ada komentar:

Posting Komentar